Takbir Idul Adha Berapa Hari? Ini Durasi Lengkap Menurut Hadits

Ikuti Impresiupdate.id
+ ke sumber pilihan di Google

Takbir Idul Adha berapa hari dikumandangkan? Jawabannya: 5 hari. Mulai Subuh hari Arafah hingga Ashar 13 Dzulhijjah.

Sering kali kita merasa bingung mengapa gema takbir saat Idul Adha terasa jauh lebih panjang dibandingkan Idul Fitri.

Jika Idul Fitri hanya berkumandang satu malam, gema takbir di bulan haji ini seolah menolak untuk berhenti meski shalat Id telah usai dilaksanakan.

Sebenarnya, takbir Idul Adha berapa hari perlu kita kumandangkan agar sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW?

Memahami batasan waktu ini bukan sekadar soal durasi, melainkan tentang menjaga napas ibadah agar tetap selaras dengan waktu-waktu yang telah disucikan oleh Allah SWT dalam kalender Hijriah.

Jadi, Takbir Idul Adha Berapa Hari?

Takbir Idul Adha dikumandangkan selama 5 hari berturut-turut, dimulai sejak waktu Subuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan berakhir hingga waktu Ashar pada hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah).

Landasan Hukum dan Sejarah Takbiran

Bagi umat Muslim, mengumandangkan takbir adalah sunnah muakkadah atau ibadah yang sangat ditekankan.

Tradisi ini berakar dari tindakan Rasulullah SAW dan para sahabat yang sering bertakbir di masjid hingga pasar untuk mengumumkan datangnya hari raya.

Landasan utamanya merujuk pada:

  • Surat Al-Hajj Ayat 28: Perintah menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.
  • Hadits Riwayat Ibnu Umar: Kebiasaan bertakbir sejak pagi sebelum shalat Id hingga imam keluar ke lapangan.

Batasan Waktu Takbir Sesuai Ketentuan Ulama

Berdasarkan kajian Imam Ahmad dan mayoritas ulama, berikut adalah rincian waktu pelaksanaan takbir:

  1. Awal Mula: Waktu Subuh tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah).
  2. Masa Puncak: Sepanjang tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Kurban).
  3. Hari Tasyrik: Tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
  4. Batas Akhir: Waktu Ashar tanggal 13 Dzulhijjah.

Artinya, selama hari-hari tersebut, kita sangat dianjurkan untuk terus menghidupkan suasana dengan kalimat tauhid.

Tata Cara dan Etika Takbiran yang Baik

Agar syiar ini membawa keberkahan dan tetap menjaga kenyamanan publik, perhatikan panduan berikut:

  • Busana dan Penampilan: Merapikan diri dan berpakaian sopan sesuai tuntunan agama.
  • Lafal Takbir: Mengucapkan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahilhamd.”
  • Media Audio: Menggunakan pengeras suara secara bijak untuk koordinasi jamaah tanpa mengganggu ketertiban.
  • Etika Sosial: Menjaga kerukunan, menghindari suara yang berlebihan, dan menghormati lingkungan sekitar.

Walhasil, durasi takbir Idul Adha yang panjang ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk memperbanyak zikir dan syukur.

Jika kita simpulkan, rentang waktu lima hari dari Subuh hari Arafah hingga Ashar hari Tasyrik terakhir adalah ruang bagi setiap jamaah untuk meraih pahala sempurna dalam merayakan Idul Adha.

BACA JUGA: 30 Kata-Kata Ucapan Idul Adha yang Menyentuh Hati