add_action( 'wp_footer', 'delay_gtag_script' ); function delay_gtag_script() { ?>

Daftar Sekolah Rakyat di Jawa Tengah Dimana Saja

Sekolah Rakyat di Jawa Tengah Sekolah Rakyat di Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah saat ini telah mengoperasikan 14 titik rintisan Sekolah Rakyat (SR) untuk memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga sedang mengebut pembangunan 11 kompleks permanen baru skala besar di berbagai wilayah. Proyek strategis nasional ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada (30/06).

Program ini merupakan kolaborasi nyata antara Kementerian Sosial dan Kementerian PU dalam memperluas akses pendidikan. Seluruh proyek pembangunan kawasan terpadu tersebut bertujuan untuk memfasilitasi anak didik dari keluarga kurang mampu. Sejak (15/06), sebanyak 14 titik rintisan yang memanfaatkan gedung milik negara telah aktif beroperasi.

Fasilitas tersebut kini sudah menampung sekitar 1.275 anak didik di berbagai jenjang pendidikan. Berikut adalah daftar wilayah di Jawa Tengah yang telah memiliki titik rintisan operasional:

  • Kota Semarang: Sekolah Rakyat BBPVP Kota Semarang.
  • Surakarta: Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso dan Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta.
  • Temanggung: Sentra Terpadu Kartini Temanggung.
  • Pati: Sentra Margo Laras Pati.
  • Magelang: Sentra Antasena Magelang dan Pusat Pendidikan Pamong Praja Tegalrejo.
  • Banyumas: Sentra Satria Baturraden.

Proyek Kawasan Permanen Tahap II

Titik rintisan Sekolah Rakyat lainnya juga tersebar luas di daerah Wonosobo, Sragen, Jepara, Banjarnegara, Kebumen, hingga Blora. Memasuki tahap kedua, pemerintah pusat mulai mengucurkan anggaran besar untuk infrastruktur fisik. Dana sebesar Rp200 miliar hingga Rp230 miliar dialokasikan per lokasi pembangunan.

Kawasan pendidikan terpadu permanen ini dibangun di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare. Fasilitas ini disiapkan untuk menghadapi Tahun Ajaran Baru pada (01/07) mendatang. Setiap kompleks permanen dirancang memiliki daya tampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Pembangunan kompleks permanen skala besar tersebut saat ini sedang berjalan di beberapa lokasi strategis. Pemerintah memprioritaskan daerah dengan tingkat kebutuhan akses pendidikan yang tinggi. Berikut adalah rincian lokasi proyek gedung permanen baru:

  • Semarang: Desa Rowosari, Kecamatan Tembalang dengan progres fisik melampaui 30 persen.
  • Brebes: Dukuh Kedungabad, Desa Wlahar, Kecamatan Larangan.
  • Wonosobo: Kawasan terpadu berasrama dengan progres fisik mencapai 40,06 persen per (31/05).
  • Wonogiri: Lahan eks Taman Selomoyo di Desa Semolarto, Kecamatan Giriwoyo.

Integrasi Program Sekolah Berasrama

Pembangunan gedung sekolah permanen lainnya juga terus berjalan di daerah Rembang, Cilacap, Sukoharjo, Sragen, Pati, Kebumen, dan Temanggung. Selain proyek nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut mengintegrasikan program ini dengan fasilitas yang sudah ada. Langkah ini diambil guna mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui jalur pendidikan gratis.

Integrasi dilakukan dengan memanfaatkan jaringan sekolah boarding gratis milik pemerintah daerah yang telah lama berjalan. Fasilitas pendukung ini diharapkan mampu memperluas daya jangkau program Sekolah Rakyat secara keseluruhan. Kebijakan ini menyasar anak-anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu di seluruh wilayah.

Melalui keterpaduan program pusat dan daerah ini, pengelolaan pendidikan gratis diharapkan menjadi lebih optimal. Seluruh fasilitas pendidikan ditargetkan siap beroperasi penuh melayani masyarakat pada tahun ajaran baru. Adapun sekolah berasrama milik pemprov yang diintegrasikan meliputi:

  • SMK Negeri Jawa Tengah di Kota Semarang.
  • SMK Negeri Jawa Tengah di Kabupaten Pati.
  • SMK Negeri Jawa Tengah di Kabupaten Purbalingga.