Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/06). Sebanyak seribu mahasiswa diperkirakan turun ke jalan guna menyampaikan aspirasi terkait situasi ekonomi nasional. Massa mahasiswa dilaporkan mulai berkumpul di lapangan parkir FISIP Universitas Indonesia sebelum bertolak menuju pusat ibu kota.
Ketua Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Hilmi, menjelaskan bahwa pergerakan mahasiswa menuju Jakarta akan dilakukan secara bersama-sama. Mahasiswa ditargetkan tiba di lokasi aksi sebelum waktu ibadah salat Jumat. Pihak panitia juga membuka donasi publik untuk mendukung kebutuhan operasional selama perlawanan berlangsung.
Albani menegaskan komitmen massa untuk tetap menghormati masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah di sekitar lokasi. “Kami akan membawa seribu massa menuju Bundaran HI,” ujar Albani. Dirinya menambahkan, “Kami akan menjalankan aksi nanti setelah salat Jumat, kita menghormati kawan-kawan yang salat Jumat terlebih dahulu,” jelas Albani.
Gangguan Akses CCTV Publik di Sejumlah Titik
Di tengah berjalannya aksi massa tersebut, publik mengeluhkan pemadaman massal fasilitas kamera pengawas (CCTV) di kawasan Bundaran HI dan sekitarnya. Akun X milik Indonesian Pop Base (@iPopBase) mengabarkan bahwa siaran langsung CCTV publik tidak dapat diakses setelah aksi protes dimulai. Unggahan tersebut memperlihatkan pengumuman resmi dari sistem pemantau publik yang bertuliskan “Mohon maaf. CCTV sementara tidak tersedia. Silahkan cek kembali beberapa saat lagi.”
Keluhan serupa disampaikan oleh akun X @karirfess yang membagikan visual layar pemantau dengan pesan kesalahan sistem bertuliskan “Could not play video.” Sementara itu, akun X Lambes Saham (@LambeSahamjja) mempertanyakan momentum matinya fasilitas pemantau tersebut yang dinilai terjadi secara bersamaan dengan aksi mahasiswa. Akun tersebut turut merinci daftar wilayah yang mengalami gangguan akses siaran langsung kamera pengawas.
Berikut adalah daftar area di wilayah Jakarta yang dilaporkan mengalami kendala operasional CCTV publik:
- Bundaran HI
- Area Senayan
- MH Thamrin
- Cikini
- Mangga Besar
- Medan Merdeka
Alasan Pengabaian Kritik Berbasis Data
Albani menambahkan desakan agar perbaikan kebijakan segera diimplementasikan oleh jajaran pemerintah. “Kami minta agar pemerintah sebetulnya cepat mengakui kesalahan itu, cepat memperbaiki kesalahan itu,” terang Albani. Langkah turun ke jalan ini diambil setelah berbagai upaya penyampaian aspirasi secara tertulis dinilai tidak membuahkan hasil konkrit.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan atau Athof, menjelaskan alasan di balik pelaksanaan aksi unjuk rasa di Bundaran HI tersebut. Dirinya menyatakan bahwa waktu yang diberikan kepada pemerintah untuk mengevaluasi diri sudah melampaui batas. Kritik yang dikirimkan oleh pihak akademisi dan mahasiswa diklaim selalu menemui jalan buntu.
Athof menyampaikan hal tersebut melalui keterangan tertulis pada Kamis (11/06). “Kami memandang memberi kesempatan dan waktu (untuk pemerintah) sudah terlalu lama kita coba. Karena kritik lewat data juga sudah disampaikan dan selalu diabaikan, lebih-lebih karena pemerintah memilih mengelak alih-alih bertanggung jawab,” kata Athof.
BACA JUGA: