Home > Leisure

Musik Nostalgia Membantu Membuka Memori dan Meningkatkan Kesehatan Otak

Musik nostalgia dapat menerangi area otak yang terkait dengan memori, emosi, dan penghargaan.
freepik
freepik

Pernahkah Anda mendengar lagu dari masa lalu dan tiba-tiba merasa seperti kembali ke masa itu—di pesta dansa sekolah, dalam perjalanan, atau sekadar nongkrong bersama teman?

Ternyata, Anda tidak hanya mengingat—Anda juga mengaktifkan bagian-bagian penting otak Anda.

Sebuah studi baru yang dipimpin oleh Assal Habibi di Brain and Creativity Institute, University of Southern California telah menunjukkan bahwa musik nostalgia dapat menerangi area otak yang terkait dengan memori, emosi, dan penghargaan.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Human Brain Mapping dan menawarkan harapan nyata untuk menggunakan musik guna membantu orang-orang dengan penyakit Alzheimer dan kehilangan memori terhubung kembali dengan masa lalu mereka.

“Lagu-lagu nostalgia tidak hanya membawa kembali kenangan,” kata Habibi, seorang profesor psikologi dan neurologi.

“Lagu-lagu tersebut merangsang otak dengan cara yang dapat meningkatkan kesejahteraan emosional dan fungsi mental, terutama pada orang-orang dengan masalah memori.”

Para peneliti menggunakan pemindaian fMRI (functional MRI) untuk mengamati aktivitas otak saat partisipan mendengarkan lagu-lagu yang terkait dengan momen-momen penting dalam hidup.

Mereka menemukan bahwa lagu-lagu yang familiar dan memiliki kekuatan emosional mengaktifkan jaringan mode default—sistem otak yang terlibat dalam refleksi diri dan memori—dan sistem penghargaan otak, yang membantu kita merasakan kesenangan dan motivasi.

Respons otak yang kuat ini membantu menjelaskan mengapa musik dapat menghadirkan kembali kenangan yang begitu jelas, dan mengapa orang-orang dengan masalah memori sering kali merespons lagu-lagu dari masa lalu mereka dengan baik—bahkan saat mereka kesulitan mengingat hal-hal lain.

Penelitian menunjukkan bahwa musik, terutama lagu-lagu yang memiliki makna pribadi, dapat menjadi cara yang ampuh dan non-narkoba untuk meningkatkan kehidupan penderita Alzheimer dan bentuk-bentuk demensia lainnya.

Membuat daftar putar lagu-lagu yang bermakna dapat membantu orang-orang terhubung kembali dengan diri mereka sendiri dan orang-orang yang mereka cintai.

Tim peneliti tersebut melibatkan penulis utama Sarah Hennessy, yang sekarang berada di University of Arizona, bersama dengan Jonas Kaplan dan Talia Ginsberg dari USC, dan Petr Janata dari University of California, Davis.

Studi ini menyoroti sesuatu yang sudah dirasakan banyak dari kita: bahwa musik lebih dari sekadar suara—musik adalah kunci ingatan dan emosi kita.

Dan kini, sains menunjukkan bahwa musik juga dapat menjadi alat yang bermanfaat dalam merawat mereka yang sangat membutuhkannya.

× Image