Mempersiapkan dokumen fisik menjadi langkah krusial yang menentukan kelancaran saat hari pelaksanaan ujian. Salah satu dokumen paling vital adalah kartu bukti pendaftaran. Ukuran kartu peserta UTBK SNBT 2026 harus mengikuti standar resmi yang telah ditetapkan guna memudahkan proses pemindaian data oleh pengawas di lapangan.
Pencetakan tidak boleh dilakukan sembarangan karena menyangkut validitas identitas di sistem pusat. Berikut adalah panduan teknis yang harus diikuti oleh peserta ujian:
- Gunakan kertas HVS putih polos ukuran A4 (21 cm x 29,7 cm) atau F4/Folio (21 cm x 33 cm).
- Pastikan posisi cetak adalah Portrait (Tegak).
- Cetak kartu secara utuh, pastikan data diri, lokasi, dan jadwal tidak ada yang terpotong margin.
- Gunakan kualitas cetak tinggi agar QR Code dan foto wajah terlihat sangat jelas (tidak bergaris/pudar).
- Wajib dicetak berwarna (bukan hitam putih).
- Dilarang melaminasi kartu agar petugas bisa membubuhkan paraf verifikasi di atas kertas.
Simpanlah file kartu dalam format PDF di perangkat ponsel atau penyimpanan awan (Google Drive) sebelum mencetak. Hal ini berguna sebagai cadangan darurat jika dokumen fisik yang dibawa mengalami kerusakan atau hilang sesaat sebelum memasuki ruang ujian.
Detail Teknis dan Kualitas Cetak Dokumen
Kualitas cetakan memegang peranan penting dalam validasi identitas. Peserta ujian perlu memastikan printer dalam kondisi prima agar hasil cetak tidak bergaris atau pudar. Meskipun mencetak dengan tinta hitam putih diperbolehkan selama hasilnya tajam, penggunaan tinta warna tetap menjadi prioritas utama. Hal ini bertujuan agar foto diri dan QR Code terlihat lebih presisi dan mudah terbaca oleh sistem pemindai panitia.
Ada satu aturan penting yang sering diabaikan: jangan sekali-kali melaminasi kartu.
Mengapa demikian? Petugas verifikasi di lokasi membutuhkan permukaan kertas asli untuk memberikan paraf atau tanda verifikasi secara langsung. Melapisi kartu dengan plastik laminasi justru akan membuat tinta pena tidak bisa menempel dan menyulitkan proses administrasi.
BACA JUGA: Ketentuan Outfit Pakaian Tes UTBK
Mengapa Kartu UTBK harus dicetak fisik?
Meskipun teknologi digital berkembang pesat, panitia tetap mewajibkan dokumen fisik sebagai syarat mutlak memasuki ruangan. Peserta ujian disarankan untuk mencetak kartu lebih dari satu lembar sebagai cadangan. Pastikan juga tangan dalam keadaan kering saat memegang kartu agar tinta tidak luntur, terutama jika menggunakan printer jenis inkjet yang sensitif terhadap air.
Sebagai langkah akhir, cek kembali kecocokan data antara identitas di kartu dengan dokumen asli seperti KTP atau Surat Keterangan Lulus (SKL). Ketidaksinkronan data sekecil apa pun dapat menghambat akses masuk ke ruang ujian.
Masukkan kartu peserta ke dalam map plastik bening (L-Folder) bersama dokumen identitas lainnya. Cara ini jauh lebih aman daripada melaminasi kartu, karena dokumen tetap terlindung dari resiko tertekuk atau basah, namun tetap mudah dikeluarkan saat petugas perlu melakukan pengecekan fisik dan paraf.