add_action( 'wp_footer', 'delay_gtag_script' ); function delay_gtag_script() { ?>

7 Keutamaan Bulan Muharram dan Amalannya

Keutamaan Bulan Muharram dan Amalannya
Keutamaan Bulan Muharram dan Amalannya

Bulan Muharram menjadi awal penanggalan dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu momentum yang dimuliakan bagi umat Islam. Bulan pertama ini termasuk dalam kelompok empat bulan haram yang memiliki derajat istimewa di sisi Allah SWT.

Umat Islam dianjurkan untuk mengoptimalkan momen ini dengan meningkatkan kuantitas serta kualitas amal ibadah mereka.

Keutamaan Bulan Muharram

1. Bulan yang Dimuliakan Allah SWT

Allah SWT menetapkan empat bulan mulia dalam setahun, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT melalui Kitab Suci Al-Qur’an: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram…”

Selain itu, terdapat hadis pendukung yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW bersabda: “Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.”

2. Disebut Sebagai Bulan Allah

Bulan Muharram memiliki keistimewaan besar karena disebut langsung secara khusus sebagai Syahrullah atau Bulan Allah. Rasulullah SAW mengonfirmasi status ini melalui sabda beliau mengenai keutamaan berpuasa. Beliau menegaskan: “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”

Para ulama menjelaskan bahwa penyandaran nama bulan ini kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keistimewaannya dibanding bulan lainnya. Hal ini membedakan Muharram secara signifikan dari bulan-bulan lainnya dalam kalender Islam.

3. Terdapat Hari Asyura yang Bersejarah

Tanggal 10 Muharram merupakan momen Hari Asyura yang menyimpan sejarah keselamatan nabi terdahulu. Pada hari istimewa tersebut, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS beserta Bani Israil dari kejaran pasukan Fir’aun.

Ibnu Abbas RA meriwayatkan peristiwa kedatangan Rasulullah SAW terkait momentum bersejarah tersebut. Beliau mengisahkan: “Ketika Nabi SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mereka berkata, ‘Ini adalah hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya.’ Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.’ Lalu beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.”

4. Puasa Sunnah Terbaik Setelah Ramadan

Ibadah puasa sunnah di bulan Muharram menempati posisi paling istimewa setelah ibadah puasa wajib. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”

Melalui penegasan hadis tersebut, umat Islam disarankan memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan ini. Nilai pahala yang diberikan melampaui puasa sunnah di luar bulan suci lainnya.

5. Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun

Melaksanakan puasa khusus pada Hari Asyura mendatangkan pengampunan dosa yang sangat besar bagi kaum Muslimin. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu.”

Kelonggaran dan ampunan ini berlaku khusus untuk dosa-dosa kecil yang dilakukan pada tahun sebelumnya. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk tidak melewatkan momentum berharga ini.

6. Pahala Kebaikan Dilipatgandakan

Setiap amal saleh yang dikerjakan selama bulan-bulan haram akan mendapatkan ganjaran yang jauh lebih besar. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan hal ini secara terperinci. Beliau menyatakan: “Allah mengkhususkan empat bulan haram dengan kemuliaan dan menjadikan dosa pada bulan tersebut lebih besar serta pahala amal saleh lebih agung.”

Oleh sebab itu, momen ini menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk memperbanyak sedekah dan membaca Al-Qur’an. Peningkatan zikir juga sangat disarankan demi meraih berkah yang melimpah.

7. Momentum Hijrah dan Awal Tahun Baru Islam

Penetapan awal kalender Hijriah didasarkan pada peristiwa besar hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah. Khalifah Umar bin Khattab RA menetapkan momen tersebut sebagai titik awal perhitungan tahun Islam karena menjadi tonggak kebangkitan umat.

Muharram menjadi waktu yang sangat tepat bagi setiap individu Muslim untuk mengevaluasi diri. Momentum ini sekaligus berfungsi memperbarui semangat dalam menjalankan ibadah harian.

Amalan di Bulan Muharram

1. Puasa Tasu’a

Puasa Tasu’a dilaksanakan setiap tanggal 9 Muharram sebagai pendamping puasa Asyura. Rasulullah SAW bersabda: “Jika aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.”

Pelaksanaan puasa ini memiliki tujuan khusus yang mulia bagi umat. Amalan ini berguna untuk membedakan ibadah kaum Muslimin dengan kebiasaan orang Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Terkait: Bacaan Niat Puasa Asyura

2. Puasa Asyura

Puasa Asyura dikerjakan tepat pada tanggal 10 Muharram setiap tahunnya. Ibadah sunnah ini memiliki keutamaan khusus untuk menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Kaum Muslimin disarankan menggabungkan amalan ini dengan puasa hari kesembilan demi kesempurnaan ibadah.

3. Memperbanyak Sedekah

Berbagi kepada sesama melalui sedekah menjadi amalan yang sangat ditekankan di bulan mulia ini. Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji.”

Pengorbanan harta secara ikhlas di jalan Allah menjanjikan balasan yang berlipat ganda. Sedekah di bulan mulia menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan.

4. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Meningkatkan intensitas zikir menjadi langkah terbaik mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.”

Lafal istigfar juga sebaiknya dirutinkan demi menggugurkan kekhilafan masa lalu. Amalan sederhana ini bernilai spiritual tinggi jika dikerjakan dengan istikamah.

5. Membaca dan Mengkaji Al-Qur’an

Membaca serta mendalami isi Al-Qur’an mendatangkan kemuliaan besar bagi umat Islam. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Aktivitas tadarus dan pemahaman makna ayat suci dapat dilakukan secara mandiri maupun berjamaah. Upaya ini diharapkan mampu menyempurnakan ibadah di awal tahun baru Islam.