add_action( 'wp_footer', 'delay_gtag_script' ); function delay_gtag_script() { ?>

Memahami Arti Aksi “Menuju Indonesia Bangkrut” oleh 1600 mahasiswa UI

Aksi Menuju Indonesia Bangkrut Aksi Menuju Indonesia Bangkrut

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada hari ini, Jumat (12/06). Berdasarkan pantauan, seruan perlawanan dari elemen mahasiswa ini disambut dengan antusiasme yang tinggi.

Pergerakan massa mahasiswa dimulai dengan berkumpul di lapangan parkir FISIP Universitas Indonesia sebelum bersama-sama bertolak menuju lokasi aksi di Bundaran HI. Ketua Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Hilmi, memperkirakan jumlah massa yang terlibat mencapai seribu orang.

“Kami akan membawa seribu massa menuju Bundaran HI,” ujar Albani. Pihak BEM UI berkomitmen untuk menjaga ketertiban, dengan pergerakan yang direncanakan tiba di Jakarta sebelum waktu salat Jumat dan memulai orasi setelah ibadah selesai dilaksanakan. “Kami akan menjalankan aksi nanti setelah salat Jumat, kita menghormati kawan-kawan yang salat Jumat terlebih dahulu,” jelasnya.

Aksi hari ini secara resmi mengusung tema “Menuju Indonesia Bangkrut”. Tema ini mencerminkan keresahan mahasiswa terhadap kondisi ekonomi nasional, terutama pada sektor fiskal, moneter, dan pasar modal yang dinilai mengkhawatirkan. BEM UI mendesak pemerintah agar segera mengakui dan memperbaiki berbagai kebijakan yang dinilai bermasalah.

“Kita meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahannya dan juga menyadari bahwa beliau sedang salah gitu,” tegas Albani. “Kami minta agar pemerintah sebetulnya cepat mengakui kesalahan itu, cepat memperbaiki kesalahan itu,” tambahnya.

Melalui akun Instagram resminya @bemui_official, BEM UI menyebarkan seruan kuat kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam aksi ini. Dalam unggahan tersebut, BEM UI menyuarakan keprihatinan mendalam: “Ketika harga kebutuhan hidup terus naik, rupiah terus melemah, dan kritik terus dibungkam, rakyat tidak punya banyak pilihan selain bersuara.” Atas dasar inilah, mereka menyerukan aksi tersebut dan menyampaikan tuntutan formal.

Suara Muak Rakyat: 5 Tuntutan Resmi BEM UI

Dalam grafis TUNTUTAN AKSI resmi yang dibagikan oleh akun @bemui_official, terlihat daftar lima poin tuntutan yang menjadi fokus utama dalam pergerakan ini. Berikut adalah daftar lengkap tuntutan resmi dari BEM UI dalam Aksi Menuju Indonesia Bangkrut, seperti:

  • Setop Pemborosan APBN
  • Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM
  • Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
  • Hentikan Militerisme di Ranah Sipil
  • Prabowo Berhenti Mengelak dan Mengakui Kesalahannya

Penjabaran tuntutan ini menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap berbagai aspek, mulai dari manajemen anggaran negara, beban ekonomi rakyat miskin, kebijakan sektoral, hingga persoalan penegakan demokrasi dan penolakan militerisasi.

Alasan Mahasiswa Menggelar Aksi Massa

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan yang akrab disapa Athof, menjelaskan bahwa aksi ini adalah jalan terakhir setelah berbagai jalur dialog dan kritik berbasis data diabaikan oleh pemerintah. “Kami memandang memberi kesempatan dan waktu (untuk pemerintah) sudah terlalu lama kita coba. Karena kritik lewat data juga sudah disampaikan dan selalu diabaikan, lebih-lebih karena pemerintah memilih mengelak alih-alih bertanggung jawab,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (11/06).

Athof menyoroti kenyataan pahit yang dihadapi masyarakat, yang dinilainya sangat berbeda dengan angka-angka pertumbuhan ekonomi di atas kertas. Ia mencontohkan lonjakan harga barang pokok, lapangan pekerjaan yang semakin sulit, dan beban pajak yang semakin berat.

“Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat dihajar pajak,” ungkap Athof. Isu mengenai regulasi pajak UMKM dan kebijakan di sektor pertambangan turut menjadi pemicu keresahan, yang akhirnya berujung pada aksi turun ke jalan. “Semua itu yang membuat kami harus turun ke jalan,” katanya.