Bagaimana etika hubungi dosen via WhatsApp yang benar agar tidak berujung petaka akademik? Sebuah unggahan dari akun @MiskinTV_ di platform X mendadak viral setelah membagikan tangkapan layar percakapan antara seorang mahasiswa tingkat akhir dengan dosen pembimbingnya.
Pesan yang dikirimkan sang mahasiswa memicu perdebatan panas netizen karena dinilai sangat tidak sabar dan melanggar batas kesopanan komunikasi formal. Akibatnya, dosen tersebut tersinggung dan langsung menunda jadwal bimbingan skripsi sang mahasiswa.
Kronologi Chat Viral yang Bikin Dosen Naik Pitam
Dalam postingan tersebut, terlihat seorang mahasiswa mengirimkan rentetan pesan dalam waktu berdekatan tanpa menunggu respons terlebih dahulu. Ia mempertanyakan kepulangan haji sang dosen hingga menuntut kepastian jadwal bimbingan menggunakan tanda tanya berlebih.
Gimana menurut sobat?
— SobatMiskinTV (@MiskinTV_) June 7, 2026
Mahasiswanya yang ga sopan atau Dosennya yang ribet? pic.twitter.com/Wo18dXEOyN
Berikut adalah isi pesan lengkap dari mahasiswa tersebut yang memicu kontroversi:
“Assalamualaikum, maaf ganggu Bu 🪪 Sudah pulang haji??” “Apakah saya sudah bisa bimbingan lagi bu????!!” “Karena kebetulan saya sedang mengejar jadwal sidang bulan ini. Tolong diinfokan ya Bu, makasih banyak 🙏”
Mendapat pesan beruntun dengan nada mendesak, sang dosen pembimbing memberikan jawaban menohok yang langsung menghentikan langkah mahasiswa tersebut:
“Waalaikumsumalam. Baru kali ini saya menerima pesan seperti ini dari mahasiswa.” “Anda sudah senior, harusnya paham etika menghubungi dosen.” “Untuk sementara, bimbingan saya tunda dulu.”
Netizen X Kompak Kritisi Ketidaksopanan Mahasiswa
Unggahan ini langsung memancing ribuan reaksi dari warga net. Mayoritas pengguna X menyayangkan sikap arogan dan ketidakpahaman mahasiswa senior tersebut mengenai tata krama berkomunikasi. Netizen menilai penggunaan tanda baca yang agresif mencerminkan karakter yang buruk.
Komentar pedas berdatangan. Salah satu pengguna X, @Omnduut, menyampaikan pandangannya:
“Aku tim dosennya. Cara komunikasi mahasiswa ini terutama dengan banyaknya penggunaan tanda tanya (kesannya gak sabaran banget) emang kurang elok. See, siapa bilang berkomunikasi itu nggak ada seni dan tata caranya.”
Komentar lain dari akun @sayabukanhitler juga menegaskan bahwa gaya bicara tersebut sangat tidak layak untuk urusan formal:
“menurutku mau itu dosen atau temen, sendernya ga paham kalo mau dapet balasan yang baik. chat kaya gitu cuma cocok buat temen deket atau keluarga deket. bayabngin aja ngechat untuk kepentingan, apalagi kepentingan formal dengan cara kaya gitu”
Panduan Etika Hubungi Dosen via WhatsApp yang Benar
Kasus nyata ini menjadi pelajaran mahal. Komunikasi teks sangat rawan salah paham. Jangan korbankan masa depan akademik Anda hanya karena pesan singkat yang ceroboh.
Ikuti panduan penting ini:
- Perhatikan Waktu Mengirim Pesan: Kirimkan chat hanya pada jam kerja (Senin–Jumat, pukul 08.00–16.00 WIB). Jangan meneror dosen di akhir pekan atau malam hari.
- Gunakan Salam Formal: Awali dengan ucapan salam yang lengkap dan sopan, bukan singkatan gaul.
- Identitas Diri yang Jelas: Sebutkan nama lengkap, NIM, fakultas, serta maksud keperluan Anda dengan ringkas. Dosen tidak menyimpan semua nomor mahasiswa.
- Gunakan Bahasa yang Santun: Hindari penggunaan tanda baca berlebihan (seperti ??? atau !!!) karena bisa memberikan kesan membentak atau menuntut.
- Sabar Menunggu Balasan: Jangan mengirim pesan berulang-ulang dalam waktu singkat jika belum dibalas. Dosen memiliki kesibukan lain di luar mengajar.
Sebagai alternatif yang baik, akun @kamohonashiR di X memberikan contoh revisi kalimat yang jauh lebih beretika: “Assalamualaikum Wr. Wb Ibu, saya xxx mahasiswa fakultas xxx. Saya salah satu anak bimbing ibu untuk skripsi saya. Saya mendapat kabar, ibu baru balik dari haji? Alhamdulillah sampai tujuan dengan selamat…”
Menjaga kesopanan adalah kunci utama kelulusan. Pahami ego dosen Anda. Jangan tiru kesalahan fatal di atas agar skripsi Anda berjalan mulus tanpa hambatan birokrasi kampus.
Artikel lain: