Home > Iptek

Penemuan Inovatif, Katalis Bertenaga Gula Mengubah Karbon Dioksida Jadi Bahan Kimia Bermanfaat

Bisa menjadi kunci untuk mengatasi emisi karbon dioksida (CO2), yang merupakan kontributor utama perubahan iklim.
Unsplash+
Unsplash+

Penemuan inovatif yang dilakukan oleh para ilmuwan Universitas Northwestern dapat menjadi kunci untuk mengatasi emisi karbon dioksida (CO2), yang merupakan kontributor utama perubahan iklim.

Mereka telah mengembangkan katalis, menggunakan campuran gula meja biasa dan logam melimpah yang disebut molibdenum, yang dapat mengubah CO2 menjadi karbon monoksida (CO), bahan penyusun serbaguna untuk berbagai bahan kimia berharga.

Terobosan ini terjadi pada saat yang genting ketika upaya untuk menangkap emisi CO2 dari aktivitas industri semakin mendapatkan momentum.

Namun pertanyaan besarnya adalah: apa yang kita lakukan dengan CO2 yang ditangkap?

Katalis baru ini menawarkan solusi potensial dengan mengubah CO2 menjadi produk yang berharga, sehingga membuka peluang untuk digunakan kembali.

Peneliti utama Milad Khoshooei menekankan pentingnya mengatasi tingkat CO2 di atmosfer, yang tetap ada meskipun emisi harus segera dihentikan.

Dia menyoroti perlunya berbagai solusi untuk mengatasi masalah ini.

Tidak seperti katalis lain yang mengandalkan logam mahal, bahan utama katalis ini adalah molibdenum, logam yang banyak tersedia dan murah.

Bahan kejutannya? Gula meja. Ya, gula yang sama yang ditemukan di dapur di seluruh dunia digunakan untuk memproduksi katalis ini, sehingga sangat hemat biaya.

Kinerja katalisnya sangat mengesankan, mengubah CO2 menjadi CO dengan selektivitas 100%, yang berarti katalis hanya menargetkan CO2 tanpa mempengaruhi material lain.

Bahkan setelah bertahan dalam kondisi yang keras selama 500 jam, katalis tetap stabil dan aktif, suatu hal yang jarang terjadi di dunia katalis.

Mengubah CO2 bukanlah tugas yang mudah karena stabilitasnya, namun katalis ini mengatasi tantangan tersebut, menawarkan solusi yang menjanjikan untuk penangkapan dan pemanfaatan karbon.

Dengan bekerja sama dengan teknologi penangkapan karbon lainnya, seperti kerangka logam-organik (MOFs), katalis ini dapat memainkan peran penting dalam mengurangi emisi CO2.

Bayangkan masa depan di mana CO2 yang ditangkap dari proses industri tidak hanya disimpan di bawah tanah namun diubah menjadi bahan kimia yang berguna, berkat katalis inovatif ini.

Hal ini merupakan sebuah langkah menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan dan layak secara ekonomi untuk mengatasi perubahan iklim.

Penelitian yang didukung oleh berbagai organisasi termasuk Departemen Energi AS dan National Science Foundation, mempunyai harapan besar untuk masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Dengan kemajuan berkelanjutan dalam teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon, kita semakin dekat dengan dunia di mana emisi CO2 tidak hanya dikurangi namun juga dimanfaatkan untuk kebaikan.

× Image