Kementerian Agama (Kemenag) RI memprediksi 1 Muharram 1448 Hijriah atau Tahun Baru Islam 2026 jatuh pada Selasa (16/06). Berdasarkan sistem penanggalan Hijriah yang menghitung pergantian hari setelah terbenamnya matahari, awal tahun baru ini akan dimulai sejak waktu Magrib pada Senin (15/06).
Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 telah menetapkan hari tersebut sebagai hari libur nasional. Namun, pada peringatan Tahun Baru Islam kali ini, pemerintah tidak memberikan jatah cuti bersama untuk masyarakat.
Masyarakat hanya akan menikmati masa libur selama satu hari penuh pada hari Selasa tersebut. Seluruh aktivitas pelayanan publik, sekolah, hingga perkantoran dipastikan akan kembali berjalan normal seperti biasa pada Rabu (17/06).
Keutamaan Bulan Muharram
Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia dalam kalender Islam yang menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk refleksi diri. Meski tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan saat mengawali tahun baru, terdapat beberapa amalan sunnah berhadiah pahala yang dapat dikerjakan.
Umat Islam dianjurkan untuk mengisi awal tahun Hijriah ini dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat serta meningkatkan intensitas ibadah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menyusun berbagai rencana kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di tahun yang baru.
Berikut adalah daftar amalan yang dapat dilakukan oleh umat Muslim saat menyambut datangnya 1 Muharram 2026:
- Membaca Doa Awal Bulan Muharram: Dibaca sebanyak 3 kali setelah shalat Maghrib atau setelah shalat Rawatib ba’diyah Maghrib pada malam tanggal 1 Muharram untuk memohon perlindungan dari fitnah dan tipu daya setan selama setahun ke depan.
- Membaca Basmalah dan Ayat Kursi Setelah Shalat Subuh: Mengamalkan bacaan basmalah sebanyak 360 kali dan ayat kursi sebanyak 360 kali demi memohon kemudahan rezeki, keselamatan, serta perlindungan dari musibah.
- Bertaubat dan Menghindari Dosa: Memperbanyak taubat nasuha atas dosa-dosa masa lalu dan menjauhi segala bentuk maksiat karena Muharram adalah bulan haram yang suci.
- Berpuasa pada Hari Pertama Bulan Muharram: Melaksanakan ibadah puasa sunnah yang menjadi salah satu puasa paling utama setelah puasa di bulan Ramadan.
- Memperbanyak Dzikir dan Membaca Al-Quran: Meningkatkan kuantitas dzikir dan tadarus Al-Quran pada malam 1 Muharram sebagai bentuk introspeksi diri.
Dalil Amalan Muharram
Terkait larangan berbuat dosa di bulan-bulan mulia, Allah SWT berfirman: “Maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang Counseling empat itu.” (QS At-Taubah: 36). Sahabat Ibnu Abbas RA juga menegaskan bahwa pahala kebaikan maupun konsekuensi dosa pada bulan haram akan dilipatgandakan.
Sementara itu, anjuran mengenai ibadah puasa di bulan ini didasarkan pada hadis sahih. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR Muslim).
Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya memperbanyak puasa karena bulan ini merupakan waktu diterimanya taubat. Rasulullah SAW bersabda: “Jika engkau hendak berpuasa di suatu bulan selain Ramadhan, maka berpuasalah di Bulan Muharram. Sebab itu adalah Bulan milik Allah. Di dalamnya ada satu hari (yaitu Asyura) di mana Allah menerima taubat suatu kaum, sehingga diterimalah pula di dalamnya taubat kaum lainnya”. (HR Ahmad).