Hari Baik untuk Potong Kuku Menurut Islam

Ikuti Impresiupdate.id
+ ke sumber pilihan di Google

Bagaimana aturan hari potong kuku menurut Islam? Simak keutamaan hari Senin, Kamis, dan Jumat, serta adab merapikannya menurut penjelasan ulama di sini.

MEMOTONG kuku merupakan bagian penting dari menjaga kebersihan fisik yang dapat dilakukan kapan saja oleh umat Muslim. Namun, para ulama menganjurkan pemilihan hari-hari tertentu demi meraih keutamaan ibadah dan kesehatan tubuh secara optimal.

Meskipun semua hari dalam Islam adalah baik, sebagian masyarakat masih meyakini adanya hari-hari khusus untuk menghindari keburukan. Para ulama memperjelas aturan ini dengan merujuk pada kitab fikih klasik guna meluruskan pemahaman umat.

Dalam pandangan fikih, terdapat batasan waktu maksimal untuk membiarkan kuku tumbuh panjang. Sahabat Anas bin Malik RA meriwayatkan batasan waktu tersebut agar umat tidak mengabaikan kebersihan diri terlalu lama.

“Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketika, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.” (HR. Muslim no. 258).

Keutamaan Hari Senin, Kamis, dan Jumat

Para ulama mazhab Syafii menganjurkan tiga hari utama untuk memotong kuku, yaitu Senin, Kamis, dan Jumat. Setiap hari pilihan tersebut dipercayai membawa keberkahan dan dampak positif bagi kehidupan umat yang mengamalkannya.

Hal ini dijelaskan oleh Syekh Sulaiman Al-Jamal dalam kitab Hasyiyatul Jamal:

وَيُسَنُّ غَسْلُ رُءُوسِ الْأَصَابِعِ بَعْدَ قَصِّ الْأَظْفَارِ لِمَا قِيلَ إنَّ الْحَكَّ بِهِ قَبْلَ الْغُسْلِ يُورِثُ الْبَرَصَ وَالْأَوْلَى فِي قَصِّهَا أَنْ يَكُونَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ الْخَمِيسِ أَوْ الِاثْنَيْنِ

Artinya : “ Utama dilakukanya dalam memotong kuku dilakukan pada hari Jumat, Kamis, atau Senin,” ( Sulaiman Al-Jamal, Hasyiyatul Jamal, Beirut-Dar al-Fikr, juz lll, hal 361).

Berdasarkan penjelasan kitab klasik seperti kitab Bajuri, berikut adalah rincian keutamaan hari-hari tersebut:

  1. Hari Senin: Memotong kuku pada hari Senin diyakini dapat mendatangkan ilmu yang berkah. Selain itu, terdapat riwayat dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang memotong kuku pada hari Senin maka akan keluar darinya kecacatan dan masuk ke dalamnya kesehatan.
  2. Hari Kamis: Aktivitas merapikan kuku pada hari Kamis sangat disarankan oleh para ulama karena dipercaya dapat melapangkan rezeki bagi orang yang bersangkutan.
  3. Hari Jumat: Waktu paling utama untuk merapikan kuku adalah hari Jumat, khususnya sebelum melaksanakan ibadah salat Jumat. Memotong kuku pada hari ini dipercaya dapat memunculkan sifat welas asih atau kasih sayang kepada sesama manusia.

Adab dan Larangan Memotong Kuku

Selain menentukan pilihan hari, Islam juga mengatur tata cara dan kondisi tertentu dalam memotong kuku. Adab ini bertujuan agar aktivitas merawat diri tersebut bernilai pahala sunnah di mata Allah SWT.

Berdasarkan penjelasan di dalam kitab Al-Majmu, umat Muslim dianjurkan untuk memperhatikan urutan jari saat memotong kuku:

“ Disunnahkan untuk memulai dari jari tangan kanan kemudian jari tangan kiri. Dilanjutkan dengan jari kaki kanan kemudian jari kaki kiri.”

Berikut adalah beberapa adab penting memotong kuku yang sebaiknya diperhatikan oleh umat Muslim:

  1. Memulai pemotongan dari jari tangan kanan, berpindah ke tangan kiri, kemudian dilanjutkan ke kaki kanan dan diakhiri pada kaki kiri.
  2. Mencuci bersih ujung jari-jari tangan serta kaki setelah selesai memotong kuku guna menghindari penyakit kulit.
  3. Menghindari memotong kuku pada kondisi tertentu, seperti ketika seseorang hendak melaksanakan ibadah kurban atau bagi wanita yang sedang mengalami masa haid.

Meskipun terdapat anjuran hari-hari tertentu, pemotongan kuku pada dasarnya tetap boleh dilakukan kapan saja jika kondisinya mendesak. Hal ini bertujuan agar kebersihan fisik umat tetap terjaga dari kotoran yang menumpuk di sela-sela kuku.

Melalui penerapan adab dan pemilihan hari yang tepat, aktivitas sederhana ini dapat bertransformasi menjadi sarana ibadah harian. Masyarakat diharapkan dapat menjalankan sunnah ini secara konsisten demi menjaga kesehatan lahir dan batin.

TOPIK