Khutbah Idul Adha Sedih Tentang Orang Tua

Ikuti Impresiupdate.id
+ ke sumber pilihan di Google

Artikel ini berisi teks khutbah Idul Adha yang temanya adalah tentang hubungan orang tua dan anak dan teladan pengorbanan nabi ibrahim.

Mencari Khutbah Idul Adha bertema orang tua sangat sulit dan ketika bisa menyajikan yang baik, maka akan sangat menggugah. Biasanya khutbah ini akan berfokus pada teladan pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail AS.

Pesan utamanya adalah membandingkan pengorbanan luar biasa orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak, serta menggugah kesadaran anak yang seringkali lalai membalas jasa mereka. Berikut contoh khutbahnya dengan judul “Anak Shaleh, Jalan Surga Orangtua”.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ ِباللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Allahu akbar, Allahu akbar la ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahilhamd

Kaum muslimin yang berbahagia! Hari ini, rahmat dan ampunan Allah Azza wa Jalla kembali menyelimuti kita. Meski dosa nyaris menyertai hari-hari kita, pintu taubat-Nya tak pernah tertutup.

Hari Raya Idul Adha mengabadikan kisah keluarga mulia Ibrahim ‘alaihissalam. Kisah ini menegaskan bahwa fondasi peradaban dan masyarakat yang sejahtera, di dunia dan akhirat, adalah keluarga yang kokoh. Kunci utamanya terletak pada sang anak.

Isma’il ‘alaihissalam hadir sebagai sosok anak teladan sepanjang zaman. Dari keturunannyalah lahir Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahilhmad

Kaum muslimin rahimakumullah! Namun, realita hari ini memprihatinkan. Kenakalan remaja, anak jalanan yang tereksploitasi, hingga pergaulan bebas menjadi potret buram generasi kita.

Harus diakui, sebagian penyebabnya berakar pada pola asuh orangtua. Ada yang ekstrem memanjakan demi gengsi, ada pula yang abai bahkan melakukan kekerasan.

Karena itu, di hari berkah ini, mari belajar dari ayahanda para nabi, Ibrahim ‘alaihissalam.

Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahil hamd…

Pelajaran pertama: Orangtua harus saleh terlebih dahulu. Keberhasilan Ibrahim ‘alaihissalam mendidik Isma’il bermula dari kesalehan pribadinya. Allah berfirman:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ

“Sungguh telah ada untuk kalian teladan yang baik dalam diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya.” (al-Mumtahanah: 4)

Sudahkah kita menjadikan kesalehan diri sebagai prioritas, setara dengan pencarian rezeki? Ingatlah, pembinaan keluarga adalah cerminan dari pembinaan diri kita.

Pelajaran kedua: Berdoalah dengan sungguh-sungguh untuk kesalehan anak. Nabi Ibrahim selalu memanjatkan doa:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Tuhanku, karuniakanlah untukku (seorang anak) yang termasuk orang-orang shaleh.” (al-Shaffat: 100)

رَبِّ اجْعَلْنِى مُقِيمَ الصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang menegakkan shalat, juga dari keturunanku. Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku.” (Ibrahim: 40)

Allahu akbar, Allahu akbar La ilaha illaLlahu Allahu akbar wa lillahilhamd…

Selain doa, diperlukan ikhtiar nyata untuk mewujudkan generasi saleh:

Pertama, berikan nafkah yang halal.

Harta haram akan membentuk daging yang condong pada kemaksiatan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا أَنْفَقَ عَلَى أَهْلِهِ كَانَتْ لَهُ صَدَقَةً

“Sesungguhnya seorang muslim itu jika ia memberi nafkah kepada keluarganya, maka itu akan menjadi sedekah untuknya.” (HR. Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh al-Albani)

Beliau juga mengingatkan:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أَمِنَ الْحَلاَلِ أَمْ مِنْ الْحَرَامِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang tidak lagi peduli apa yang ia kumpulkan; apakah dari yang halal atau dari yang haram?” (HR. al-Bukhari)

Jauhi harta haram, karena Rasulullah menegaskan:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنَ السُّحْتِ، النَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Tidak akan masuk surga daging tumbuh dari harta haram, karena neraka lebih pantas untuknya.”(HR. al-Tirmidzi dengan sanad yang shahih)

Kedua, sayangi anak tanpa memanjakan berlebihan.

Fasilitas berlebih, termasuk akses bebas gawai, bukanlah bukti kasih sayang sejati jika mendekatkan mereka pada keburukan. Allah Ta’ala mengingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah diri dan keluarga kalian dari api nerakan yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (al-Tahrim: 6)

Ketiga, teruslah belajar menjadi orangtua yang cakap.

Pahami karakter anak dan pedoman pendidikan ala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sediakan waktu untuk belajar demi keselamatan keluarga.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahil hamd…

Kaum muslimin yang berbahagia! Mengapa anak saleh begitu penting? Renungkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang insan meninggal dunia, akan terputuslah seluruh amalnya kecuali dari 3 hal: dari sedekah jariyah, atau dari ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang berdoa untuknya.”(HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh al-Albani)

Anak saleh adalah investasi akhirat, pelita dan sumber pahala yang mengalir meski kita telah tiada. Sebaliknya, anak yang durhaka bisa menjadi bencana.

Namun, jika upaya maksimal terasa gagal, belajarlah kesabaran dari Nabi Nuh ‘alaihissalam. Sabarlah dalam membina rumah tangga, demi keutuhan keluarga yang sangat dibutuhkan anak.

Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd…

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah! Terkait ibadah kurban, pastikan hewan sehat dan cukup umur (domba genap 6 bulan, kambing genap 1 tahun, sapi genap 2 tahun). Sapi boleh diserikat 7 orang, domba/kambing untuk 1 orang. Penyembelihan dilakukan setelah salat Id hingga akhir hari tasyrik. Daging kurban sunahnya dibagi tiga: untuk keluarga, hadiah, dan sedekah fakir miskin. Utamakan niat ikhlas lillahi ta’ala.

Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahil hamd…

Mari kita tutup khutbah ini dengan doa yang tulus.

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسوله الأمين و على آله وصحبه والتابعين، اللَّهُمَّ إِنَّا نَحْمَدُكَ بِأَنَّكَ أَهْلٌ أَنْ تُحْمَد وَنَشْكُرُكَ بِأَنَّكَ أَهْلٌ أَنْ تُشْكَر وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ فَإِنَّكَ أَنْتَ أَهْلُ الْمَجْدِ وَالثَّناَءِ ، رَبَّناَ ظَلَمْناَ أَنْفُسَناَ ظُلْماً كَثِيْراَ وَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ فَاغْفِرْ لَناَ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْناَ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَحِيْم

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami. Ya Rabbana, tolonglah saudara-saudara kami yang tertindas di Syiria, Palestina, Rohingya, dan di mana pun. Berikan mereka kesabaran dan menangkanlah mereka. Ya Allah, jadikanlah kami anak yang berbakti pada orang tua, dan karuniakanlah kepada kami keturunan yang saleh-salehah penyejuk hati, yang kelak mendoakan kami. Ya Allah, hadirkanlah pemimpin yang adil dan amanah untuk negeri ini.

رَبَّناَ لاَ تُزِغْ قُلُوْبَناَ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَناَ وَهَبْ لَناَ مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ ، وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .