Home > Gaya Hidup

Hai Cantik... Apa yang Kamu Makan Dapat Memengaruhi Kesehatan Panggulmu Lho...

Kebiasaan makan memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan apakah wanita mengalami gejala-gejala ini.
halodoc
halodoc

Banyak wanita mulai mengalami masalah dasar panggul saat mendekati masa menopause. Masalah-masalah ini meliputi masalah seperti kebocoran urine saat batuk atau berolahraga, keinginan buang air kecil yang tiba-tiba dan kuat, kesulitan buang air besar, dan terkadang keluarnya feses secara tidak sengaja.

Secara keseluruhan, masalah-masalah ini dikenal sebagai gangguan dasar panggul, dan dapat memengaruhi kualitas hidup, kepercayaan diri, dan kenyamanan sehari-hari.

Sebuah studi baru dari Universitas Jyväskylä di Finlandia menunjukkan bahwa kebiasaan makan memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan apakah wanita mengalami gejala-gejala ini.

Penelitian ini berfokus pada wanita paruh baya berusia antara 47 dan 55 tahun, masa ketika perubahan hormon, penuaan, dan riwayat reproduksi telah membuat dasar panggul lebih rentan.

Dasar panggul adalah sekelompok otot dan jaringan yang menopang kandung kemih, rahim, dan usus.

Seiring bertambahnya usia wanita, terutama selama dan setelah menopause, penurunan kadar estrogen dan aktivitas fisik selama bertahun-tahun dapat melemahkan otot-otot ini.

Kehamilan, persalinan, dan faktor-faktor seperti kelebihan berat badan atau melakukan pekerjaan fisik yang berat juga menambah stres.

Para peneliti telah lama mengetahui bahwa pilihan gaya hidup—seperti olahraga dan pengendalian berat badan—penting. Namun hingga saat ini, peran nutrisi masih sangat kurang diperhatikan.

Peneliti doktoral Mari Kuutti dan timnya berupaya mengubah hal tersebut. Mereka mengamati secara saksama pola makan lebih dari 1.000 perempuan Finlandia.

Para partisipan menjawab kuesioner terperinci tentang pola makan, aktivitas sehari-hari, dan riwayat ginekologi mereka. Mereka juga melaporkan apakah mereka mengalami gejala gangguan dasar panggul.

Studi ini menemukan hubungan yang jelas. Perempuan yang sering mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan siap saji yang diproses secara intensif memiliki risiko lebih tinggi mengalami inkontinensia urin stres (kebocoran urin saat beraktivitas fisik) dan inkontinensia urgensi (kebutuhan buang air kecil yang tiba-tiba dan tak terkendali).

Di sisi lain, perempuan yang mengonsumsi lebih banyak buah dan memiliki pola makan berkualitas tinggi secara keseluruhan cenderung lebih kecil kemungkinannya mengalami masalah-masalah ini.

Penelitian ini juga mengamati "gangguan pola makan", yang mencakup makan berlebihan, diet ketat, atau berganti-ganti antara keduanya.

Perempuan yang melaporkan pola-pola ini lebih mungkin mengalami gejala gangguan dasar panggul dibandingkan mereka yang memiliki kebiasaan makan yang lebih stabil.

Gangguan dasar panggul ternyata sangat umum terjadi pada kelompok studi.

Lebih dari separuh perempuan melaporkan setidaknya satu gejala, dan inkontinensia urin stres adalah yang paling sering terjadi.

Temuan ini penting karena menyarankan cara sederhana untuk mencegah atau mengurangi gejala.

Dengan mendorong pola makan yang lebih sehat, seperti makan lebih banyak buah dan menghindari terlalu banyak makanan cepat saji, perempuan dapat menurunkan risiko mereka.

Tenaga kesehatan profesional juga dapat melakukan skrining untuk gangguan makan dan menawarkan saran kepada perempuan yang berisiko.

Studi ini merupakan bagian dari proyek ERMA yang lebih besar, yang menyelidiki kesehatan perempuan di usia paruh baya.

Meskipun hasilnya berfokus pada perempuan Finlandia, pelajaran yang dapat dipetik dapat diterapkan secara luas, karena gangguan dasar panggul umum terjadi di seluruh dunia.

Dalam meninjau temuan ini, jelas bahwa makanan yang kita konsumsi tidak hanya memengaruhi berat badan atau energi kita—makanan tersebut juga dapat memengaruhi otot dan organ halus yang menjaga kandung kemih dan usus kita berfungsi dengan baik.

Meskipun studi ini tidak dapat membuktikan sebab dan akibat, polanya cukup kuat untuk menyoroti pola makan sebagai bagian penting dari teka-teki ini.

Ini berarti bahwa selain olahraga, manajemen berat badan, dan perawatan medis, nutrisi dapat menjadi bagian penting lain dari strategi kesehatan panggul.

Bagi perempuan, penelitian ini mengirimkan pesan yang memberdayakan: pilihan sehari-hari di meja makan dapat membantu melindungi kesehatan panggul dan kualitas hidup di tahun-tahun mendatang.

Studi ini dipublikasikan di Women's Health.

× Image