Home > Iptek

Ilmuwan Cina Gunakan Pembelajaran Mesin untuk Prediksi Es Laut Antartika dengan Tepat

Ilmuwan Cina membuat prediksi akurat terkait es laut Antartika periode Desember 2023 hingga Februari 2024 menggunakan metode deep learning.
Laut Antartika/REUTERS
Laut Antartika/REUTERS

Ilmuwan Cina membuat prediksi akurat terkait es laut Antartika periode Desember 2023 hingga Februari 2024 menggunakan metode deep learning.

Tim peneliti menggunakan jaringan saraf Convolutional Long Short-Term Memory (ConvLSTM) untuk membangun model prediksi es laut Antartika skala musiman.

Perkiraan mereka menunjukkan bahwa es laut Antartika akan tetap mendekati titik terendah sepanjang sejarah pada Februari 2024, namun tidak ada indikasi bahwa es laut akan mencapai rekor terendah baru.

Perkiraan luas es laut (SIA) dan luas es laut (SIE) pada bulan Februari 2024 masing-masing adalah 1,441 juta kilometer persegi dan 2,105 juta kilometer persegi, sedikit lebih tinggi dari nilai terendah dalam sejarah yang diamati pada tahun 2023.

Tim yang dipimpin oleh peneliti dari Universitas Sun Yat-sen dan Laboratorium Sains dan Teknik Kelautan Selatan Guangdong (Zhuhai), menyerahkan hasil prediksi mereka pada bulan Desember.

Hasilnya dipublikasikan di jurnal Advances in Atmospheric Sciences pada awal Februari.

Prediksi mereka kemudian divalidasi oleh observasi satelit terbaru pada bulan Februari.

Nilai SIA dan SIE terpantau pada Februari 2024 masing-masing sebesar 1,510 juta kilometer persegi dan 2,142 juta kilometer persegi.

Menurut para peneliti, perbandingan antara prediksi dan observasi menunjukkan adanya keselarasan yang sangat erat.

Selain itu, luas dan luas es laut dari bulan Desember hingga Februari berada dalam satu standar deviasi dari nilai prediksi, sehingga menggarisbawahi keandalan sistem perkiraan.

Perbandingan yang berhasil antara data prediksi dan observasi memvalidasi keakuratan model ConvLSTM dan potensinya untuk memperkirakan es laut Antartika yang andal, kata para peneliti.

“Prediksi sukses kami tidak hanya menggarisbawahi pentingnya memperkuat penelitian prediksi es laut Antartika tetapi juga menunjukkan potensi penerapan metode pembelajaran mendalam di wilayah kritis ini,” kata Yang Qinghua, profesor di Universitas Sun Yat-sen.

× Image